A. Jenis dan Metode Penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus, dimana metode ini secara khusus meneliti suatu kasus atau fenomena tertentu yang ada didalam masyarakat untuk mempelajari latar belakang, keadaan dan interaksi yang terjadi.
Penelitian dengan metode ini tidak harus meneliti satu orang atau individu saja melainkan bisa dengan beberapa orang atau objek yang memiliki satu kesatuan fokus fenomena yang akan diteliti. Untuk mendapatkan data, penelitian studi kasus ini menggunakan teknik wawancara, observasi sekaligus dengan studi dokumenter yang kemudian akan dianalisis menjadi suatu teori.
B. Jenis Data dan Sumber Data
1. Jenis Data
Jenis data yang dikumpulkan untuk memecahkan permasalahan diatas adalah data kualitatif. Yang mana data kualitatif ini bertujuan untuk memahami kondisi dan pemikiran masyarakat pada umumnya serta membantu peneliti untuk dapat lebih mengerti gambaran luas sebuah persoalan dan dapat mengetahui penyebab atau alasan dari sebuah situasi.
2. Sumber Data
a. Lokasi Penelitian
Peneliti mengambil lokasi penelitian di Komplek Riung Bandung yang beralamat di Jl. Keadilan Selatan IV Rt. 11 Rw. 09 Kelurahan Derwati Kecamatan Rancasari Kota Bandung. Dasar penelitian lokasi ini karena data dan sumber yang diperlukan tersedia dikomplek tersebut.
b. Objek Penelitian
Pada penelitian ini yang menjadi subjek penelitian adalah keluarga yang berada di Komplek Riung Bandung. Objek penelitian ini adalah tiga keluarga yang beralamat di Jl. Keadilan Selatan IV Blok ND. 12, ND. 14 dan ND. 17 dengan alasan berdasarkan hasil observasi 3 keluarga ini memiliki keunikan dalam segi keagamaannya.
C. Teknik Pengumpulan Data
Adapun teknik dalam pengumpulan data dalam penelitian ini, sebagai berikut:
1. Observasi
Secara umum, pengertian observasi adalah cara menghimpun bahan-bahan keterangan (data) yang dilakukan dengan mengadakan pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap fenomena-fenomena yang sedang dijadikan sasaran pengamatan. Observasi hendak dilakukan ketika peneliti sudah menyiapkan beberapa aspek yang ingin dijadikan sumber data pokok.
2. Wawancara
Secara garis besar bahwa wawancara adalah cara menghimpun bahan-bahan keterangan yang dilaksanakan dengan melakukan tanya jawab lisan secara sepihak, berhadapan muka, dan dengan arah serta tujuan yang telah ditentukan (Anas, 2012: 82). Wawancara yang peneliti lakukan adalah langsung dengan orangtua selaku yang tertinggi didalam keluarga dan kepada anak sebagai data penguat atau tambahan dari apa yang disampaikan oleh orangtuanya.
Adapun pertanyaan yang diberikan seputar bagaimana orangtua mengenali adanya Tuhan, bagaimana cara meningkatkan keimanan anak melalui puasa dan sholat, keterkaitan lingkungan dengan keluarga serta tujuan akhir dari pendidikan yang orangtua berikan kepada anak.
D. Analisis Data
Dalam penelitian kualitatif ini ada beberapa macam analisis data sesuai dengan data kualitatif yang di teliti. Secara umum, model analisis data terbagi menjadi tiga kelompok, yaitu:
1) Kelompok metode analisis teks dan bahasa
a) Content analysis (analisis ini)
b) Framing analysis (analisis bingkai)
c) Analisis kontruksi sosial media massa
d) Hermeneutic
e) Analisis wacana kritis
2) Kelompok analisis tema-tema budaya
a) Analisis struktural
b) Domain analysis
c) Taxonomi analysis
d) Componential analysis
e) Discovering cultural theme analysis
f) Constant comparative analysis
g) Grounded analysis
h) Ethnology
3) Kelompok analisis kinerja dan pengalaman individual serta perilaku institusi
a) Focus group discussion (FGD)
b) Studi kasus
c) Teknik biografi
d) Life’s history
e) Analisis SWOT
f) Penggunaan bahan dokumenter
g) Penggunaan bahan visual
E. Prosedur dan Teknik Pemeriksaan Uji Keabsahan Data
Menurut Seiddel dalam Burhan Bungin mengatakan bahwa analisis data kualitatif prosesnya adalah sebagai berikut:
• Proses pencatatan yang menghasilkan catatan lapangan yang bertujuan agar sumber data tetap dapat ditelusuri.
• Mengumpulkan, memilah-milah, mengklasifikasikan, menyintesiskan, membuat ikhtisar dan membuat indeksnya.
• Berfikir dengan membuat data memiliki makna, mencari dan menemukan pola dan hubungan-hubungan.
• Membuat temuan-temuan umum.
Miles dan Huberman, mengemukakan bahwa teknik pemeriksaan uji keabsahan data memiliki dasar yang biasa dipakai oleh para peneliti, diantara tekniknya adalah:
1) Reduksi Data
Mereduksi data artinya merangkum, memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal yang penting dan membuang yang tidak perlu
2) Penyajian Data
Penyajian data adalah sekumpulan informasi tersusun yang memberi keumgkinan adanya penarikan kesimpulan berbentuk narasi dengan penyederhanaan makna tanpa mengurangi isinya.
3) Kesimpulan atau Verifikasi
Kesimpulan atau verifikasi adalah tahap akhir dalam proses analisa data. Pada bagian ini peneliti mengutarakan kesimpulan dari data-data yang diperoleh. Penarikan kesimpulan bisa dilakukan dengan jalan membandingkan kesesuaian pernyataan dari subjek penelitian dengan makna yang terkandung dengan konsep-konsep dalam penelitian tersebut.